Anemia Pada Anak

Anemia adalah kondisi kekurangan zat besi, yang diperlukan untuk memelihara fungsi normal darah dan jaringan. Anemia defisiensi besi terjadi apabila kadar hemoglobin (Hb) < – 2 SD sesuai dengan usia dan jenis kelamin pada populasi tersebut.

Pada anak, anemia defisiensi besi terjadi akibat rendahnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi, padahal pertumbuhan anak berlangsung pesat saat itu. Oleh karena itu, khususnya para Orangtua di Surabaya hendaknya memperhatikan komposisi MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) yang diberikan kepada anak Anda sejak usia 6 bulan. Pada bayi cukup bulan, deposit zat besi akan terpenuhi dari ASI hingga usia 4 – 6 bulan, namun pada bayi prematur tentu saja deposit zat besi lebih sedikit dan pertumbuhan bayi tersebut juga lebih pesat.

Diambil dari http://asianetindia.com/causes-and-prevention-of-anemia-in-children/

Diambil dari http://asianetindia.com/causes-and-prevention-of-anemia-in-children/

Gejala dari anemia itu sendiri dapat bervariasi. Anak yang mengalami defisiensi zat besi cenderung rewel, nafsu makannya menurun dan tentu saja didapatkan gambaran pucat pada pemeriksaan fisik. Apabila kondisi anemia ini berlangsung lama/kronis maka akan menganggu performa kerja, pertumbuhan dan perkembangan anak serta sistem imun/kekebalan mereka.

Pencegahan anemia dapat dilakukan melalui pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Apabila karena alasan tertentu, bayi tidak mendapatkan ASI, maka bayi tersebut harus mendapatkan susu formula yang sudah difortifikasi/diperkaya dengan zat besi. Rekomendasi AAP menyebutkan bahwa pemberian suplementasi zat besi diberikan sejak usia 4 bulan sedangkan pada bayi prematur, suplementasi tersebut diberikan lebih awal. MP-ASI harus mengandung daging yang berwarna merah serta sayur yang kaya zat besi, dan penting pula untuk memberikan jus yang mengadung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi di usus. Untuk anak yang lebih besar apabila mengalami anemia, lebih baik menghindari konsumsi teh yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

Mari kita berikan yang terbaik untuk buah hati kita semua.

Semoga bermanfaat.

(Diambil dari: Iron-deficiency anemia in children oleh Kawsari et al.)

1308 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *